, ,

Sejauh Mana Kita Mendahulukan Cinta Allah Berbanding Keinginan Diri?

Mahabbatullah…

Mahabatullah bermaksud cinta kepada Allah. Apa itu cinta?

Menurut Imam al-Ghazali, “Cinta ialah kecenderungan jiwa yang amat kuat dalam diri seseorang kepada sesuatu atau seseorang yang lain yang boleh memberikan kelazatan, manfaat dan sangat serasi dengan fitrahnya (tabiatnya).”

Ungkapan ‘tak kenal maka tak cinta’ sering kita dengar. Allah sangat mencintai kita, DIA menjadikan kita daripada tiada kepada ada.

Oleh itu, kita harus sedar bahawa kita memerlukan Allah untuk hidup dan menikmati segala keperluan hidup kita.

Cinta kepada Allah merupakan nilai yang tertinggi dalam diri seseorang yang beriman sebagaimana firman-Nya dalam surah al-Baqarah ayat 165:

“Dan orang-orang yang beriman itu sangat cinta pada Allah…”

Cinta kepada Allah adalah kecenderungan abadi dalam hati yang disertakan rasa rindu yang mendalam.

Seseorang hamba yang cinta pada Allah akan mendahulukan Allah berbanding keperluan dan keinginan diri.

Tepuk dada tanya iman kita sendiri, mampukah kita cinta Allah seperti Nabi Muhammad SAW?

Marilah kita membaca doa ini agar perasaan cinta kepada Allah akan sentiasa mekar di hati kita. InshaAllah.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku,keluargaku dan air yang dingin (di padang yang tandus).” (Hadis riwayat At-Tirmidzi)

 

Maklumat Penulis

Artikel ini ditulis oleh Nadia Sensei yang merupakan seorang guru di SMI Aman Binjai, Kelantan.

Berminat menulis artikel? Anda inginkan supaya hasil penulisan anda diterbitkan dalam website iluvislam? Klik sini.

What do you think?

3 points
Upvote Downvote

Total votes: 3

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%